Biologi - Laju Fotosintesis


LAJU FOTOSINTESIS
Gabrielle Zhe (2101631033)

I.       Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis.


I.       Metodologi
                          2.1      Alat

·        Corong glass
·        Gelas kimia
·        Tabung reaksi
·        Mistar
·        Stopwatch
·        Lampu


                          2.2      Bahan

·        Hydrilla verticillata
·        Aquadest
·        NaHCO3



III.    Hasil dan Pembahasan

Hasil
Sumber Cahaya
Medium
Jarak dari sumber cahaya
Jumlah gelembung
Foto
Cahaya Lampu
Air
1 m
-

0.75 m
5

0.5 m
10

0.25 m
17

0.05 m
19

Sinar matahari
Air
-
67

Air + 0.5% NaHCO3
-
153

Air + 2% NaHCO3
-
323


3.1  Pembahasan
Fotosintesis adalah proses sintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik (CO2 dan H2O) pada tumbuhan berpigmen dengan bantuan energi cahaya matahari. Fotosintesis terdiri atas 2 proses, reaksi terang dan reaksi gelap. Dimana reaksi terang terjadi di grana dan menghasilkan ATP dan NADPH2. Sedangkan reaksi gelap berlangsung pada stroma dan menghasilkan karbohidrat. Jadi secara tak langsung, fotosintesis membuat senyawa anorganik menjadi senyawa organik yang berguna untuk bahan makanan bagi tumbuhan. 
Berdasarkan reaksi fotosintesis  CO2 dan H2O merupakan substrat dalam reaksi fotosintesis dan dengan bantuan cahaya matahari dan pigmen fotosintesis (berupa klorofil dan pigmen-pigmen lainnya) akan menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen. Cahaya matahari meliputi semua warna dari spektrum tampak dari merah hingga ungu, tetapi tidak semua panjang gelombang dari spektrum tampak diserap (diabsorpsi) oleh pigmen fotosintesis. Atom O pada karbohidrat berasal dari CO2 dan atom H pada karbohidrat berasal dari H2O (Sasmitamihardja dan Siregar, 1996).
Dalam fotosintesis, ada banyak faktor yang menentukan. Faktor tersebut diantaranya adalah cahaya matahari, suhu, konsentrasi karbon dioksida, air dan pH. Karena dalam melakukan fotosintesis, proses terjadi pada fotosistem. Dimana setiap fotosistem memiliki daya serap panjang gelombang yang berbeda. Dimana 
fotosistem 2 dapat menyerap panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem 1 dapat menyerap panjang gelombang 680 nm. Sehingga dari keseluruhan warna yang dihasilkan dari matahari akibat perbedaan panjang gelombang, tidak seluruhnya dapat diserap oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Selain itu, keberadaan cahaya matahari dalam 1 hari juga berpengaruh bagi beberapa tumbuhan. Karena ada tumbuhan yang membutuhkan energi dari panjang gelombang sinar matahari dalam jangka waktu lama dan ada pula yang singkat. Oleh karena itu, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism). C3 merupakan tumbuhan yang dimana membutuhkan jangka waktu penyinaran oleh sinar matahari dalam waktu yang lama. C4 merupakan tumbuhan yang hanya membutuhkan waktu yang sedikit untuk melakukan fotosintesis. Sedangkan tumbuhan CAM biasanya hidup dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi dan hidup pada suhu tinggi. Contoh tumbuhan C3 adalah gandum, tumbuhan C4 adalah jagung, dan tumbuhan CAM adalah kaktus, buah naga, dan lidah buaya.      
Konsentrasi CO2  juga menjadi faktor penting dalam fotosintesis. Karena CO2 merupakan bahan yang berguna untuk dijadikan glukosa. Glukosa menjadi salah satu pasokan energy bagi tumbuhan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti reaksi terang. Akibat ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap, energy untuk melakukan fotosintesis berikutnya tidak akan berjalan. Hal ini karena tidak ada energy untuk mengurai H2O, sehingga tidak akan ada elektron untuk  mengubah NADP menjadi NADPH. Tanpa CO2, energy untuk melakukan fotosintesis selanjutnya tidak akan berjalan /laju fotosintesis rendah.
H2O berfungsi untuk menghasilkan oksigen yang berfungsi untuk sumber oksigen bagi makhluk hidup lain maupun bagi tumbuhan itu sendiri. Selain itu tanpa adanya air, maka energi dan NADPH untuk reaksi gelap tidak akan muncul. Hal ini karena pemecahan air membuat tersedianya electron untuk menghasilkan NADPH. Sehingga jumlah H2O yang sedikit membuat proses fotosintesis berjalan lambat.
Suhu dan pH perlu diperhatikan dalam tumbuhan, hal ini karena adanya penggunaan enzim dalam reaksi fotosintesis. Apabila suhu maupun pH tidak sesuai dengan enzim, maka enzim akan inaktif dan memungkinkan terjadinya kerusakan. Terkadang beberapa tumbuhan melakukan penguapan berlebihan bila terkena panas. Hal ini membuat kadar air berkurang dan membuat proses fotosintesis terganggu. Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan menghasilkan benih. Yang menyebabkan perubahan itu terjadi, yaitu suhu dan panjang hari (Mugnisjah dan Setiawan, 1995). Terkadang pH tanah juga berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini karena pH dapat mengganggu penyerapan mineral tanah oleh akar dan berpengearuh bagi fotosintesis. Contohnya pH yang tak sesuai membuat penyerapan mineral Fe, hal ini membuat pembentukan klorofil terganggu. Hal ini karena fe sebagai salah satu penyusun klorofil. Apabila klorofil berkurang, maka penggunaan substrat menjadi kurang maksimal dan laju fotosintesis menjadi terganggu.
Namun ada satu faktor internal yang berpengaruh terhadap fotosintesis. Faktor itu adalah faktor pigmen pada tumbuhan tersebut. Hal ini karena setiap pigmen yang terdaoat pada tumbuhan memiliki peran tersendiri dalam fotosintesis. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kompleks protein-klorofil merupakan komponen fotosintesis yang penting (van der Mescht et al. 1999).Contohnya dalam tumbuhn, tumbuhan umumnya memiliki klorofil A dan klorofil B. Klorofil ada merupakan satu – satunya pigmen yang mampu mengolah energy mcahaya matahari menjadi energy kimia. Sedangkan Klorofil b adalah hasil biosintesis dari klorofil a dan berperan penting dalam reorganisasi fotosistem selama adaptasi terhadap kualitas dan intensitas cahaya. Oleh sebab itu hilangnya klorofil a dan b berpengaruh negatif terhadap efisiensi fotosintesis (van der Mescht et al., 1999).
Dalam percobaan, terdapat penggunaan natrium bikarbonat. Fungsi dari natrium bikarbonat dalam percobaan ingenhouz adalah untuk mempercepat laju fotosintesis. Caranya dengan menjadi katalis dengan air untuk menghasilkan karbon dioksida.
NaHCO3 + H2O → NaOH + CO2 + H2O
Dengan adanya konsentrasi karbon dioksida yang tinggi, energy untuk melakukan fotosintesis reaksi terang sangat berlimpah. Sehingga dalam melakukan penguraian air untuk menghasilkan oksigen menjadi sangat cepat. Sehingga munculnya gelembung gas dalam waktu yang sama pada tanaman hydrilla menjadi sangat banyak.
Dari percobaan yang telah dilakukan, pada percobaan yang dilakukan dengan cahaya lampu, jumlah gelembung yang dihasilkan tidak sebesar pada percobaan yang menggunakan cahaya matahari. Hal ini karena energi dari cahaya lampu tidak sebesar energi dari cahaya matahari. Selain itu, jarak set percobaan dari sumber cahaya juga mempengaruhi laju fotosintesis. Semakin jauh jaraknya dengan cahaya lampu, laju semakin lambat. Hal ini karena energi panas dari cahaya lampu semakin sulit untuk didapat oleh tumbuhan. Sehingga laju fotosintesis menjadi lambat / tidak terjadi.
Pada cahaya matahari, media dengan aquadest dan dengan larutan natrium bikarbonat memiliki laju yang berbeda. Hal ini natrium bikarbonat dapat menghasilkan konsentrasi karbon dioksida yang tinggi. Sehingga energy untuk melakukan reaksi terang pun semakin besar dan membuat laju fotosintesis menjadi sangat cepat. Semakin besar konsentrasi natrium bikarbonat, maka semakin cepat pula laju fotosintesisnya. Hal ini karena semakin banyak karbon dioksida yang dihasilkan maka semakin banyak juga energy yang dihasilkan untuk memecah air menjadi oksigen. Dimana oksigen menjadi salah satu indikator termudah untuk melihat laju fotosintesis.

III.    Daftar Pustaka

Sasmitamihardja, D. and A.H. Siregar. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Proyek Pendidikan Akademik Dirjen Dikti. Depdikbud. Bandung. pp 253-281.

Universitas Sam Ratulangi. (Tanpa Tahun). Evolusi Fotosintesis pada Tumbuhan. Diperoleh 31 Oktober 2017

UNY. (Tanpa Tahun). Fotosintesis. Diperoleh 31 Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

Reaksi Kimia

Biologi - Pengenalan Mikroskop

Kalori