Alat Ukur


PENGUNAAN ALAT – ALAT UKUR DASAR
Gabrielle Zhe (2101631033)

I.      Tujuan :
1.     Mempelajari cara menggunakan alat – alat ukur dasar massa dan panjang
2.     Mempelajari cara menentukan kesalahan pada pengukuran beserta penjalarannya.
3.     Menggunakan metode kuadrat terkecil dalam pengolahan data

II.    Latar Belakang
Pengukuran merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Hal ini karena pengukuran membuat adanya suatu kepastian nilai dalam suatu proses / ukuran objek. Dalam pengukuran, biasanya kita menggunakan alat ukur tertentu untuk mengukur objek dari segi tertentu. Karena penggunaan alat ukur berbeda – beda, maka setiap alat ukur memiliki nilai satuan yang berbeda – beda. Hal ini perlu diketahui agar dalam mengukur tidak mengalami kendala dalam menghitungnya. Selain itu, kita juga harus mengetahui cara menggunakan alat ukur tersebut. Hal ini agar pengukuran dapat berjalan dengan mudah dan tahu bagaimana cara membaca alat ukur. Hal ini dilakukan agar kesalahan pengukuran dapat diminimalisir.
Meskipun demikian, masih ada faktor lain yang membuat adanya kesalahan dalam pengukuran. Oleh karena itu, kita mengenal adanya nilai kesalahan. Nilai kesalahan dapat ditentukan dengan berbagai cara. Jika pengukuran hanya berlangsung satu kali, maka cukup membagi 2 nilai satuan terkecil alat ukur. Tetapi untuk pengukuran yang dilakukan berkali – kali maka terdapat cara lain. Oleh karena itu dalam percobaan kali ini, kita akan membahas bagaimana penggunaan alat ukur dengan baik dan juga bagaimana mencari nilai kesalahan apabila pengukuran dilakukan berkali – kali agar mencapai nilai yang akurat.    


III.  Hasil dan Pembahasan
3.1 Hasil
A.    Tabel Massa
No
Bahan
Data (gram)
Simpangan (gram)
CX
Data rata (gram)
1
Aluminium
6.7
0,058
0.868 %
6.67  0.058
6.7
6.6
2
Kayu
1.3
0,058
4.352 %
1.33  0.058
1.4
1.3
3
Besi
10.82
0.0058
0.0534 %
10.823  0.0058
10.83
10.82
4
Kuningan
19.8
0
0 %
19.8
19.8
19.8
5
Tembaga
20.06
0
0 %
20.06
20.06
20.06

B.    Tabel Panjang

No
Bahan
Data (cm)
Simpangan (cm)
CX
Data rata (cm)
1
Aluminium
3.01
0.042
1.39 %
3.058  0.042
3.075
3.09
2
Kayu
3.01
0.0058
0.192 %
3.017  0.0058
3.02
3.02
3
Besi
3.085
0.005
0.162 %
3.085  0.005
3.09
3.08
4
Kuningan
3.005
0
0 %
3.005
3.005
3.005
5
Tembaga
3.085
0
0 %
3.085
3.085
3.085

C.    Tabel Diameter

No
Bahan
Data (mm)
Simpangan (mm)
CX
Data rata (mm)
1
Aluminium
10.26
0.119
1.169 %
10.177  0.119
10.04
10.23
2
Kayu
9.15
0.702
7.048 %
9.96  0.702
10.39
10.34
3
Besi
10.36
0.0008
0.007 %
10.377
10.36
10.41
4
Kuningan
10.45
0.0153
0.146 %
10.437  0.0153
10.44
10.42
5
Tembaga
10.41
0
0 %
10.41
10.41
10.41

3.2 Pembahasan
Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses pemberian angka atau label terhadap atribut dengan aturan-aturan yang terstandard atau yang telah disepakati untuk merepresentasikan atribut yang diukur (Nunnally & Bernstein, 1994). Berdasarkan jenis pengukuran, terdapat pengukuran langsung adalah pengukuran yang dilakukan untuk mendapatkan nilai hasil pengukuran secara langsung. Contohnya Pengukuran tegangan, pengukuran arus. Pengukuran tidak langsung adalah pengukuran yang nilai pengukurannya didapatkan dari nilai besaran lainnya. Contohnya pengukuran kedalaman laut, mengukur ketinggian gedung. Pengukuran dan ulut ukur tentunya harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Semisal kita ingin mengukur massa suatu bahan, maka kita harus menggunakan timbangan, baik manual maupun digital. Pada percobaan ini kita menggunakan alat ukur berupa neraca 3 lengan, jangka sorong, dan micrometer sekrup. Jangka sorong adalah alat yangdigunakan untuk mengukur suatupanjang benda yang mempunyai batasketelitian 0,1 mm. Setiap jangka sorongmemiliki skala utama (SU) dan skalabantu atau sekala nonius (SN). Mikro meter sekrup adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukurbenda dengan satuan ukur yangmemiliki 0,01 mm. Biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. (Giancoli, 2001:16-17). Neraca analitik adalah alat yangdigunakan untuk mengukur massasuatu benda.(Giancoli, 2001 : 21-22). Dengan menggunakan tigalengan, masing –masing lengan neracamempunyai skala. 
 Pengukuran memiliki peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Contoh mudahnya saja, kita perlu menimbang bahan memasak agar produk yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Pengukuran perlu dilakukan dengan tepat atau mendekati ketepatan. Hal ini karena dalam beberapa kasus, pengukuran yang tidak tepat dapat berpengaruh besar bagi kehidupan manusia. Contohnya saja dalam membangun infrastruktur, tentunya diperlukan ketelitian yang baik.  
Oleh karena itu kita mengenal istilah akurasi dan presisi. Akurasi adalah suatu ukuran seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Presisi adalah ukuran seberapa baik hasil pengukuran telah ditentukan tanpa mengacu pada nilai sebenarnya. Jadi dalam pengukuran, selain kita mendapatkan hasil yang mendekati nilai sebenarnya, kita juga harus memiliki konsistensi dalam nilai pengukuran. Artinya bila kita menghitung suatu objek dengan pengulangan, maka seharusnya angka yang dihasilkan tidak jauh berbeda antara satu dengan lainnya.
Dalam percobaan ini, kami mengukur massa, panjang, dan diameter dari objek. Karena berulang 3 kali, maka dalam pencarian angka kesalahan, dilakukan dengan mencari simpangan baku dari data tersebut. Sedangkan Cp hanyalah nilai simpangan baku yang di persenkan, berguna untuk mengetahui apakah data seragam / beragam.





Contohnya :
·       Massa (Kayu)


·       Panjang (Besi)




·     Diameter (Kuningan)




Dalam pengukuran yang telah dilakukan, ada beberapa pengukuran yang dapat bernilai sama / ketelitiannya sangat baik. Namun ada juga yang kurang baik. Hal ini membuat adanya nilai ketidaktelitian. Ketidaktelitian ini terjadi karena adanya beberapa faktor. Faktor – faktor tersebut adalah kesalahan dalam membaca alat ukur, ketidaktelitian dalam mengukur, dan juga akibat lingkungan. Kesalahan – kesalahan ini lah yang membuat pengukuran mendapat hasil yang kurang akurat. Namun dari perhitungan ini, kami mendapatkan data yang seragam. Hal ini karena nilai Cp dari seluruh data bernilai kurang dari 15%.

VI.            Kesimpulan
Bahwa dalam percobaan ini, disimpulkan bahwa setiap alat ukur memiliki nilai satuan terkecil yang berbeda dan dalam mencari nilai ketidaktelitian dari pengukruan yang berulang, dibutuhkan cara simpangan baku.


VII.  Daftar Pustaka

Giancolli, Douglas. 2001.Fisika jilid 1.Jakarta : Erlangga

Telkom University. (2015). Pengukuran. Diperoleh 20 Oktober 2017

Tippler, P.A.1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik jilid 1. Jakarta : Erlangga

UPI. (Tanpa Tahun). Bab 1 Measurement. Diperoleh 20 0ktober 2017   

UT. (Tanpa Tahun). Ketidakpastian dan Pengukuran. Diperoleh 21 Oktober 2017

Young, Freedman.1999.Fisika Universitas Edisi ke-10 jilid 1. Jakarta : Erlangga

Comments

Popular posts from this blog

Reaksi Kimia

Biologi - Pengenalan Mikroskop

Kalori