Gaya Gesek
DINAMIKA GAYA GESEK PADA GERAK
TRANSLASI
Gabrielle Zhe (2101631033)
I. Tujuan dari praktikum :
1.
Mempelajari
cara menentukan gaya berat benda dan percepatan gravitasi
2.
Menentukan
koefisien gesekan permukaan suatu benda terhadap permukaan benda lain
berdasarkan hukum 2 newton
3.
Menentukan
percepatan benda yang bergerak dan tegangan tali berdasarkan hukum 2 newton.
II. Latar Belakang
Percepatan merupakan bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari gaya yang bekerja pada benda tersenut. Hampir semua
kehidupan memerlukan gaya untuk dapat melakukan usaha. Untuk itu gaya tidak
dapat dihiraukan dalam kehidupan ini. Gaya memiliki hubungan yang lekat dengan
hukum newton. Hal ini karena hukum newton menyatakan sifat gerak benda, dimana
ia memiliki 3 hukum untuk menjelaskan setiap dari sifat gerak benda. Namun
dalam hal ini, kita hanya akan membahas hukumnya yang kedua. Hukum Newton II
berbunyi :” Bila gaya resultan F yang bekerja pada suatu benda dengan massa m
tidak sama dengan nol, maka benda tersebut mengalami percepatan ke arah yang
sama dengan gaya”.
Gaya – gaya yang berpengaruh pada
hukum newton tidak hanya gaya yang diberikan yang menjadi gaya tunggal di benda
tersebut. Namun terdapat gaya – gaya luar yang bekarja padanya. Umumnya gaya –
gaya tersebut adalah gaya gesek antar benda dan permukaan dasar lintasan, gaya
berat dan percepatan gravitasi, dan gaya normal. Untuk itu, kita perlu
mengetahui bagaimana menentukan semua gaya - gaya tersebut dan percepatan yang
dihasilkan akibat gaya – gaya tersebut.
III. Hasil
dan Pembahasan
3.1 Hasil
1.
Tabel
Percobaan 1
|
Pengulangan ke
|
Massa (g)
|
Gaya berat (N)
|
Percepatan gravitasi (
|
|
1
|
166.7
|
1.7
|
10.198
|
|
2
|
166.7
|
1.7
|
10.198
|
|
3
|
166.7
|
1.7
|
10.198
|
|
Rata – rata
|
166.7
|
1.7
|
10.198
|
Perhitungan
:
Diketahui
:
Ditanya
:
Dijawab
:
2.
Tabel
percobaan 2
|
Pengulangan ke
|
Gaya gesek statis (N)
|
Koefisien gesek statis
|
|
1
|
0.3
|
0.176
|
|
2
|
0.4
|
0.235
|
|
3
|
0.5
|
0.29
|
|
Rata – rata
|
0.4
|
0.237
|
Diketahui
:
Ditanya
:
Dijawab
:
3.
Tabel
percobaan 3
|
Jarak (cm)
|
Waktu (s)
|
Percepatan (
|
Percepatan rata – rata
|
Koefisien gesek kinetis
|
Tegangan tali (N)
|
|
25
|
0.37
|
1.826
|
1.826
|
0.067
|
0.419
|
|
35
|
0.61
|
0.941
|
0.941
|
0.18
|
0.463
|
|
45
|
0.71
|
0.893
|
0.893
|
0.186
|
0.465
|
Diketahui
:
Ditanya
:
a.
Percepatan
b.
Percepatan
rata – rata
c.
Koefisien
gerak kinetis
d.
Tegangan
tali
Dijawab :
a.

b.

c.

d.

3.2 Pembahasan
Dalam
melakukan suatu gerak, tentunya kita memiliki gaya untuk dapat menggerakkannya.
Biasanya pergerakan yang tidak memiliki perubahan kecepatan / konstan dan
pergerakan yang tidak bergerak berlaku hukum newton 1. Sehingga pergerakan yang
seperti peristiwa tersebut tidak mempunyai gaya. Sedangkan pergerakan yang
kecepatannya berubah – ubah tentunya akan berlaku hukum newton 2. Hukum Newton
II berbunyi :” Bila gaya resultan F yang bekerja pada suatu benda dengan massa
m tidak sama dengan nol, maka benda tersebut mengalami percepatan ke arah yang
sama dengan gaya”. Percepatan a berbanding lurus dengan gaya dan berbanding
terbalik dengan massa benda.
Suatu
gaya horizontal terhadap sebuah peti berat yang terletak di lantai mungkin saja
tidak cukup besar untuk menggerakkan peti itu, karena gaya tersebut terimbangi
oleh suatu gaya gesekan yang besarnya sama dan berlawanan arah yang dikerjakan
oleh lantai terhadap peti (Young, 1998). Terdapat 2 jenis gaya gesek, antar 2
benda yang padat saling tegak lurus yaitu gaya gesek statis dan kinetis yang
dibedakan antara titik – titik sentuhan antara kedua permukaannya yang tetap /
saling berganti. (Giancoli, 2001).
Gaya
gesek yang terjadi jika permukaan benda yang bersentuhan, ketika benda beum
bergerak disebut gaya gesek statis (fs). Gaya gesek statis maksimum sama
dengan gaya terkecil yang dibutuhkan agar benda mulai bergerak. (Halliday,
2001). Dalam situasi tertentu gaya gesekan statis actual dapat mempunyai besar
berapapun antara nol dan maksimumnya yang diberikan oleh
dalam lambang
(Alonso, 1994). Gaya gesek yang bekerja pada saat
benda bergerak adalah gaya gesek kinetik (fk). Ketika sebuah benda
bergerak pada permukaan benda lain, gaya gesek yang berkerja berlawanan arah
terhadap gerak benda. Hasil eksperimen menunjukan benda yang kering tanpa
pelumas, besar gaya geseknya sebanding dengan gaya normal (Halliday, 2001).
Selain
melakukan gerak secara horozintal, pergerakan dapat dilakukan secara vertical.
Oleh karena itu terdapat gaya – gaya lain yang mempengaruhi nilai percepatan benda.
Gaya – gaya tersebut adalah gaya berat, percepatan gravitasi, dan gaya normal. Bahkan
pergerakan secara vertical berpengaruh pada pergerakan horizontal.
Gaya
normal merupakan gaya yang berpengaruh pada gaya gesek. Gaya normal adalah gaya
yang ditimbulkan oleh alas bidang dimana benda ditempatkan dan tegak lurus
terhadap bidang itu. Jiks sebuah benda dengan massanya m, benda pada bidang
miring yang lain dengan sudut kemiringan
, maka besar gaya normal (N) sama dengan
(Zaelani, 2006).
Gaya
gravitasi merupakan gaya yang berpengaruh terhadap hukum newton. Hal ini
terbukti ketika newton menyimpulkan bahwa ada gaya gravitasi yang mempengaruhi
benda di bumi. Dengan konsepnya tersebut, newton berhasil menentukan besar
percepatan gravitasi yang ada di bumi yaitu 9.8
(Tripler, 2001). Namun
percepatan gravitasi di setiap daerah tidaklah sama.
Percepatan
gravitasi sangat berhubungan dengan gaya berat benda. Magnitudo gaya gravitasi
pada sebuah benda, mg, biasanya disebut sebagai berat (weight) benda tersebut
(Giancoli, 2014).
Dalam
melakukan suatu gaya pada benda, tentunya tidak hanya disebabkan oleh gaya yang
sudah disebutkan, namun juga terdapat gaya tegangan tali yang mempengaruhinya
apabila ingin menggerakkan lebih dari satu benda. Gaya tegangan tali atau
tension force adalah gaya pada tali ketika tali tersebut dalam keadaan tegang.
Gaya tegangan tali dilambangkan dengan huruf T kapital dan satuannya adalah
Newton. Arah gaya tegangan tali bergantung pada titik atau benda yang ditinjau.
Gaya tegangan tali tidak memiliki rumus khusus untuk menghitungnya. Hal ini
karena gaya tegangan tali memiliki posisi yang berbeda – beda pada setiap
pergerakan suatu benda.
IV. Daftar Pustaka
Alonso, Marcello, dan Fien Edward J.
1994. Dasar – Dasar Fisika Universitas.
Jakarta : Erlangga.
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Holliday, D., & Resnick, R. 1985. Fisika. Jakarta: Erlangga.
Tipler, P. A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Jakarta:
Erlangga.
Young, Hugh D. 1998. Fisika Universitas. Jakarta : Erlangga.
Comments
Post a Comment