GLB
GERAK
LURUS BERATURAN
Gabrielle
Zhe (2101631033)
I.
Tujuan :
1. Menentukan
kecapatan system benda bergerak GLB.
2. Menentukan
jarak tempuh benda yang bergerak.
II.
Hasil
1. Sebuah
sepeda motor bergerak lurus dengan kelajuan tetap 25
. Tentukan jarak tempuh sepeda motor
setelah 10 detik dan 50 detik !
Diket :
t1 = 10 Sekon
t2 = 50 Sekon
Ditanya :
S setelah menempuh 10 detik dan 50 detik
?
Dijawab :
Untuk 10 detik
S1 = 250 meter
Untuk 50 detik :
S2 = 1250 meter
2. Sebuah
benda bergerak lurus sejauh 100 meter setiap 50 detik. Tentukan kelajuan benda
tersebut !
Diket :
t = 50 Sekon
Ditanya :
Kecepatan ?
Dijawab :
Maka kecepatannya :
3. Sebuah
benda bergerak lurus dengan kelajuan tetap 108
. Tentukan jarak tempuh benda tersebut
setelah bergerak selama 7 menit dan 10 menit.!
Diket :
t1 = 7 menit = 7 x 60 = 420
sekon
t2 = 10 menit = 10 x 60 = 600
sekon
Ditanya :
S setelah menempuh 7 menit dan 10 menit ?
Dijawab :
Untuk 420 detik
S1 = 12.600 meter
Untuk 600 detik :
S2 = 18.000 meter
4. Mobil
A & B bergerak saling melewati dengan kecepatan tetap pada lintasan lurus.
Ketika jarak antara kedua mobil 100 meter, mobil A bergerak dengan kelajuan 10
,
mobil B dengan kelajuan 40
. Tentukan :
a. Jarak
tempuh mobil A sesaat sebelum berpapasan dengan mobil B.
b. Tentukan
selang waktu yang dibutuhkan mobil B sesaat sebelum berpapasan dengan mobil A.
Diket :
Ditanya :
Sa ? tb ?
Dijawab :
Karena akan bertemu akibat saling
melewati, maka waktunya akan sama, karena bertemu pasti terjadi pada suatu
waktu yang sama, meskipun jarak tempuh dan kecepatan mereka berbeda, maka ada 2
cara untuk mengerjakan :
![]() |
Cara 1 :
Jarak A + Jarak B = 100 meter
Jarak A = kecepatan A x waktu A
Jarak A = 10
x ta
Jarak B = kecepatan B x waktu B
Jarak B = 40
x tb
Data yang sudah didapat disubstitusikan
ke persamaan :
Jarak A + Jarak B = 100 meter
10
x ta
+ 40
x tb
= 100 meter
10 t + 40 t = 100
50 t = 100
t = 2 Sekon
Karena waktu A sama dengan waktu B, maka
selang waktu B adalah 2 sekon.
Sedangkan untuk mencari kecepatan,
disubstitusikan ke rumus kecepatan :
S = 20 meter
Cara
2 :
tA
= tB
Misal
:
Jarak
A = x
Jarak
B = 100 – x
Lalu
kalikan silang :
40
x = 1000 – 10 x
50
x = 1000
x
= 20 meter
Ditemukan
bahwa jarak A sesaat sebelum bertemu adalah 20 meter.
Untuk
mencari waktu B, dapat dicari dengan waktu A :
tA = 2 sekon
tA = tB = 2 sekon
Maka waktu B adalah 2 sekon
5. Buatlah
grafik antara jarak dengan waktu berdasarkan data tersebut :
|
X (Waktu)
|
Y (meter)
|
|
1
|
3.8
|
|
2
|
7.6
|
|
3
|
11.4
|
|
5
|
19
|
|
8
|
30.4
|
|
9
|
34.2
|
|
12
|
45.6
|

III. Pembahasan
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang
menempuh lintasan garis lurus dimana dalam setiap selang waktu yang sama benda
menempuh jarak yang sama. Pada gerak lurus beraturan kecepatan dimiliki benda
tetap ( v = tetap ) sehingga percepatannya sama dengan nol ( a = 0 ). Dari
pengertian ini, kita juga menemukan ciri – ciri dari Gerak Lurus Beraturan.
Ciri – ciri tersebut adalah gerakannya yang lurus atau dengan kata lain arahnya
tetap, tidak mengalami hambatan / gerakannya / kecepatan konstan, dan tidak ada
percepatan. Biasa GLB jarang ditemui dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini
karena setiap lintasan pastinya memiliki perubahan arah untuk mencapai suatu
posisi lain. Namun kita masih dapat menemukan dalam kehidupan sehari – hari,
seperti peserta lomba lari / jalan cepat yang bergerak dengan arah yang sama
dan kecepatan konstan. Atau dapat ditemukan pada mesin conveyor prabik yang
kecepatannya selalu konstan.
Dalam Gerak Lurus Beraturan, kita mengenal istilah kecepatan
dan kelajuan. Kelajuan adalah besaran yang tidak bergantung pada arah,
sehingga kelajuan termasuk besaran skalar, sehingga kelajuan selalu bernilai
positif. Kecepatan adalah kelajuan yang arah geraknya dinyatakan, sehingga
kecepatan termasuk besaran vector. Dalam fisika kelajuan dan kecepatan
mengandung arti yang berbeda. Misalnya mobil bergerak 70
, sebenarnya itu bukan kecepatannya,
melainkan itu adalah kelajuannya. Disebut kelajuan karena keterangannya hanya
angka / besarannya. Sedangkan dikatakan kecepatan bila terdapat arahnya.
Contohya mobil bergerak 70
ke
arah barat. Sehingga secara matematis, dituliskan :
Keterangan:
t = waktu (s)
s = jarak (s)
Menurut
Sugiyarto (2008:184), suatu lintasan dari sebuah mobil yang bergerak dari titik
A ke titik B, kemudian ke titik C dan berbalik lagi sehingga berhenti di titik
B. Dari kedudukan awal (titik A) dan kedudukan akhir (titik B) mobil telah
bergeser sejauh lintasan titik AB. Panjang lintasan mobil dari titik A ke titik
B ke titik C dan kembali ke titik B di namakan jarak tempuh mobil. Dari
penjelasan tersebut, dapat dikatakan bahwa jarak adalah panjang lintasan yang
telah ditempuh suatu objek tanpa melihat arah. Sedangkan perpindahan hanya
melihat pada posisi awal dan akhir benda saja. Dengan kata lain perpindahan
melihat arah. Posisi adalah letak pergerakan dari objek tersebut.
Hukum
newton memiliki 3 jenis, hukum newton 1, hukum newton 2, dan hukum newton 3.
Namun pada gerak lurus beraturan, hukum newton yang berhubungan adalah hukum
newton 1. Hukum newton 1 dikenal dengan hukum kelembaman. Hukum newton 1
menyatakan Sebuah benda tetap pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak
dengan kecepatan tetap kecuali ia dipengaruhi oleh suatu gaya tidak seimbang
atau gaya eksternal neto ( Gaya neto = gaya resultan). Intinya, selama kecepatan
itu konstan, maka percepatan bernilai 0. Karena rumus umum newton adalah :
Maka
F bernilai 0 akibat percepatannya 0. Maka berlaku hukum newton pertama bagi
Gerak Lurus Beraturan.
Dalam
gerak, kita sudah mengenal berbagai istilah. Salah satunya adalah kecepatan.
Kecepatan terbagi menjadi 2, yaitu kecepatan rata – rata dan kecepatan sesaat. Kecepatan
rata – rata adalah kecepatan untuk melintasi jarak tertentu dalam jangka waktu
tertentu. Dimana biasa kecepatan rata – rata dituliskan :
Sedangkan
kecepatan sesaat adalah kecepatan objek dalam satu waktu. Biasanya kecepatan
sesaat identic dengan turunan dari persamaan jarak :
IV. Daftar
Pustaka
Puspitasari,
Serli. 2015. “Pengaruh Model Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil
Belajar Fisika Kelas VII di SMP AL-IKHLASLUBUKLINGGAU
Tahun
Pelajaran 2013/2014”. Jurnal Pendidikan Fisika. 1 (1): 8 – 11
UPI.
Tanpa Tahun. Greak. Diperoleh 27 Oktober 2017
UNY.
Tanpa Tahun. Kinematika. Diperoleh 27 Oktober 2017
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Suyoso,%20Drs.,M.Si./Kinematika.pdf

Comments
Post a Comment