GLBB


GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
Gabrielle Zhe (2101631033)


I.       Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan percepatan sistem benda bergerak GLBB

II.     Hasil  dan Pembahasan

I.       Hasil
1.     Sebuah bola menggelinding pada suatu bidang miring dengan percepatan tetap 3.4 . Jika kecepatan awal bola adalah 3 , berapa kecepatan setelah 5 sekon ?

Diket :

 = 25
t = 5 Sekon
a = 3.4

Ditanya :
v setelah menempuh 5 detik?

Dijawab :








2.     Kelajuan sebuah benda saat menaiki bukit adalah 4.5  . Lalu menuruni bukit dengan percepatan 0.4  selama 12 sekon. Berapa jarak tempuhnya?
Diket :

 = 4.5 
t = 12 Sekon
a = 0.4

Ditanya :
Jarak tempuhnya ?



Dijawab :



3.     Batu bermassa 175 gram dilempar lurus ke atas dengan kecepatan awal 30 . Jika percepatan gravitasi 10 , tentukan :
a.     Tinggi maks yang dicapai batu
b.     Waktu untuk  mencapai tinggi maks
c.      Lama batu di udara

Diket :

 = 175 gram
g = 10
v0 = 30


Ditanya :
a.     Hmaks ?
b.     t untuk Hmaks ?
c.      t di udara ?

Dijawab :
Waktu di udara adalah = 2 x 3 sekon = 6 sekon

Hmaks = hawal + v0 . t - . g. t2

Hmaks = 0 + 30 .3 - . 10. 32

Hmaks = 90 – 45

Hmaks = 45 meter

4.     Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 90 . Setelah selang 5 sekon, kecepatan menjadi 120 . Berapa percepatan mobil tersebut ?

Diketahui :
 = 90  = 25
 = 120  = 33.33
t = 5 Sekon

Ditanya :
Percepatan ?

Dijawab :


5.     Buat grafik antar jarak & waktu berikut :
t  (sekon)
s (meter)
0
0
1
11.2
2
25.8
4
54.7
6
125.6


II.     Pembahasan
Gerak Lurus Berubah Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan benda berubah secara beraturan dan mengalami percepatan tetap setiap waktu. (Azizah, 2005 : 30). Dari pernyataan ini, kita dapat mengetahui bahwa gerak lurus berubah beraturan dengan gerak lurus beraturan berbeda. Hal ini dikarenakan pada GLB tidak terjadi adanya percepatan, sedangkan GLBB memiliki percepatan. Sehingga GLB dapat berlaku untuk hukum newton 1 sedangkan GLBB dapat berlaku untuk hukum newton 2. Hukum newton 2 menyatakan bahwa "Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya dan sebanding dengan luar neto yang bekerja padanya.” (Paul Tipler, 1998: 91)
Berbicara tentang GLBB, tentu kita mengingat keberadaan percepatan. Akibat percepatan pula, kita memiliki 2 jenis GLBB, GLBB dengan percepatan dipercepat dan GLBB percepatan diperlambat. Contohnya di kehidupan sehari – hari sangat mudah ditemui. Contohnya mobil ketika berada di jalan tanpa hambatan sering meningkatkan kecepatan, kendaraan yang melakukan pengereman, bola yang diam kemudian ditendang. Contohnya yang telah dituliskan merupakan GLBB secara horizontal, baik dipercepat maupun diperlambat percepatan yang dialaminya. Sedangkan GLBB secara vertikal berupa pengiriman paket untuk korban bencana melalui helikopter kemudian dijatuhkan dan bola voli yang dilambungkan ke atas kemudian jatuh di tempat yang sama, biasanya untuk melatih kemampuan passing bawah maupun atas yang stabil. Biasanya saat melakukan gerak ke arah atas, akan terjadi GLBB percepatan diperlambat. Hal ini karena melawan gaya gravitasi. Biasanya kita sering menyebutnya dengan gerak vertilkal ke atas. Biasanya rumusnya dituliskan menjadi :
Description: Image result for rumus gerak vertikal ke atas
Sedangkan gaya ke bawah akan terjadi GLBB percepatan dipercepat. Hal ini karena searah dengan gaya gravitasi. Biasanya kita mengenalnya dengan sebutan gerak jatuh bebas. Rumusnya dapat ditulis menjadi :
Description: Image result for rumus gerak jatuh bebas
Tapi semua contoh ini dapat berlaku dengan catatan percepatan yang terjadi adalah konstan.
Sejak tadi kita selalu mengatakan bahwa Gerak Lurus Berubah Beraturan memiliki percepatan. Percepatan itu yang membuat kecepatan benda berubah setiap waktu. Hal ini karena percepatan adalah besaran vector yang artinya memiliki nilai dan arah. Sebenarnya percepatan adalah perubahan kecepatan setiap waktu.
Tadi kita juga mendengar adanya GLBB percepatan dipercepat dan diperlambat. Hal ini dapat terlihat dari hasil percepatannya. Apabila bernilai positif, maka percepatannya dipercepat, jika bernilai negatif, maka percepatannya diperlambat. Selain itu kita mengetahui adanya percepatan rata – rata dan percepatan sesaat. Percepatan rata – rata adalah percepatan yang terjadi yang dialami benda dengan kecepatan yang berbeda dalam menempuh suatu tujuan dalam waktu tertentu. Biasanya dituliskan dengan :

Description: https://res.cloudinary.com/dxlipyrcl/image/upload/v1505661982/Rumus2Bpercepatan2Brata2_uhaykb.jpg

Sedangkan percepatan sesaat adalah percepatan yang terjadi di waktu tertentu. Biasanya dituliskan dengan :
           
Description: https://res.cloudinary.com/dxlipyrcl/image/upload/v1505662027/Rumus2Bpercepatan2Bsesaat_m2ygq2.jpg
           
Dalam melakukan percobaan, tentu kita mengenal adanya korelasi dan regresi. Regresi pertama kali muncul setelah dikenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886, dimana saat itu Dia sedang melakukan penelitian mengenai tinggi badan antara anak dan orang tua. Dalam bahasa Galton ia menyebutnya sebagai regresi menuju medikritas (Maddala, 1992). Secara umum. analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel penjelas/bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan/atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Gujarati, 2003). Atau mudahnya kita dapat mengatakan bahwa metode regresi adalah metode yang menggunakan variable dalam penelitiannya agar dapat berhipotesa dengan meminimalisir kesalahan. Untuk itu kita mengenal adanya variable bebas, terikat, dan kontrol.
             Sedangkan Korelasi menyatakan derajat hubungan antara dua variabel tanpa memperhatikan variabel mana yang menjadi peubah. Karena itu hubugan korelasi belum dapat dikatakan sebagai hubungan sebab akibat. Sehingga bila ada dua variable berkolerasi, kemungkinan ada yang terjadi perubahan ke arah yang sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif). Contoh korelasi positif adalah peningkatan jumlah pembeli membuat industri meraih keuntungan yang meningkat. Sedangkan contoh korelasi negatif adalah peningkatan presentase ketidakhadiran Andi membuat nilai Andi menurun.
            Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antarvariabelnya. Istilah regresi itu sendiri berarti ramalan atau taksiran. Persamaan yang digunakan untuk mendapatkan garis regresi pada data diagram pencar disebut persamaan regresi. Untuk menempatkan garis regresi pada data yang diperoleh maka digunakan metode kuadrat terkecil.
Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antarvariabelnya. Istilah regresi itu sendiri berarti ramalan atau taksiran.Persamaan yang digunakan untuk mendapatkan garis regresi pada data diagram pencar disebut persamaan regresi. Untuk menempatkan garis regresi pada data yang diperoleh maka digunakan metode kuadrat terkecil, sehingga bentuk persamaan regresi adalah sebagai berikut (Alghifari, 1997):

Y’ = a + b X

Kesamaan di antara garis regresi dan garis trend tidak dapat berakhir dengan persamaan garis lurus. Garis regresi (seperti garis trend dan nilai tengah aritmatika) memiliki dua sifat matematis berikut : S(Y – Y’) = 0 dan S(Y – Y’)2 = nilai terkecil atau terendah. Maka garis regresi akan ditempatkan pada data sehingga penyimpangan (perbedaan) positif titik-titik terhadap titik-titik pencar di atas garis akan mengimbangi penyimpangan negatif titik-titik pencar yang terletak di bawah garis, sehingga hasil penyimpangan keseluruhan titik-titik terhadap garis lurus adalah nol (Alghifari, 1997).
Regresi umumnya dapat dicari dengan bantuan kalkulator dengan cara tertentu. Hal ini karena perhitungan regresi yang cukup sulit dan kemungkinan ketidaktelitian cukup besar apabila dilakukan dengan perhitungan manual. Namun perhitungan analisis regresi dapat dipermudah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Y = a + bx








III.    Daftar Pustaka

Anonim. (2014). Korelasi dan Regresi Linear Sederhana. Diperoleh 22 Oktober 2017

UIN. (2016). Estimasi Parameter Regresi Variabel Dummy Menggunakan Metode Matriks Terboboti. Diperoleh 22 Oktober 2017

Solihun, Ahmad, Arif Maftukhin, Eko Setiadi Kurniawan. 2015. “Pengembangan Alat Peraga GLB dan GLBB Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor). Jurnal Radiasi. 6 (1) : 101 – 102

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain, Jakarta: Erlangga

Riyanto, Bibit. 2015. “Prinsip Dasar Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.”  Makalah S1 Universitas Nadhlatul Ulama. Lampung Timur

Comments

Popular posts from this blog

Reaksi Kimia

Biologi - Pengenalan Mikroskop

Kalori